Tahap renovasi bagian depan

Tahap renovasi bagian depan
Tahap renovasi bagian depan

.

Masjid HM.Zein Syukur Mengajak untuk mengikuti Tabliq Akbar pada Hari Selasa, tanggal 22 April 2014. Berlaku untuk umum, kaum muslimin/ Muslimat dan Mukminin/Mukminat. ACARA : * Tausiah, * Dzikir Manaqib Shaikh Abdul Qodir Al-Jailani RA dan Do'a Bersama.

Selamat Berpuasa...


VII. Penutup

        Demikian proposal ini dibuat sebagai gambaran umum mengenai pelaksanaan pembangunan renovasi masjid Jami H.M. Zein Syukur yang tidak hanya sebagai suatu tempat kegiatan keagamaan dan kebudayaan, akan tetapi juga merupakan suatu tata kelembagaan yang menjadikan sarana pembinaan masyarakat dan keluarga muslim, serta insan-insan peradaban Islam.

VI. Sumber dan Teknis Pengumpulan Dana

Dalam mencari dan mengumpulkan dana untuk mempermudah memprosesnya, akan ditempuh dengan cara, sebagai berikut:
  • Panitia pembangunan renovasi masjid Jami H.M Zein Syukur akan menyampaikan surat dan dilampirkan proposal kepada Donatur masyarakat muslim, instansi pemerintah maupun swasta, serta kedutaan negara sahabat. Sumbangan Donatur dapat melalui transfer bank rekening no. 164-00-0055155-8 Bank Mandiri atas nama Masjid H.M. Zein Syukur atau langsung kesekretariat Masjid H.M Zein Syukur Jalan Aria Putra No.6 Sarua Indah Ciputat Tangerang. Telepon 021-74634770, email address: masjidzeinsyukur@gmail.com
  • Pengumpulan dana melalui pengerahan seluruh anggota panitia secara bertahap.
  • Mengaktifkan gerakan infaq/sadaqoh melalui kupon-kupon yang disebarkan kepada kaum muslimin dan muslimah yang peduli dengan perkembangan umat Islam di wilayah Tangerang maupun di luar wilayah Tangerang.
  • Pengumpulan dana melalui donator-donatur tetap/tidak tetap yang bersifat tidak mengikat, baik instansi pemerintah maupun swasta, serta kedutaan negara sahabat.

V. Panitia Pembangunan Renovasi Masjid

Pembina         :  Kyai Achmad Suja'i
                          (Pimpinan Majelis Dzikir Manaqib Syaikh Abdul Qodir Jaelani RA)

Ketua            :    Ust. Nurul Huda, S.Ag
Sekretaris      :   Ust. Riusmansyah R S.kom
Bendahara     :   Ust. Lukman Hakim


Seksi-seksi 

Perlengkapan    :   Ust. Ipun Dulur
Logistik              :   Ust. Wenda
Humas               :   Ust. Junaedi
Usaha/Dana      :   Ust. Drs. Kholid Yahya, MM

IV. Tahap Pelaksanaan Pembangunan Renovasi

Guna mendukung terlaksananya pembangunan renovasi masjid Jami H.M Zein Syukur, maka kesepakatan langkah kerja dapat dijelaskan sebagai berikut:
  • Tahap persiapan telah dilaksanakan rapat-rapat pleno, dan dihadiri oleh seluruh panitia, kemudian rapat-rapat teknis dihadiri oleh panitia inti dan panitia teknis (para konsultan).
    • Dalam rapat tersebut menghasilkan suatu keputusan diantaranya “pelaksanaan pembangunan renovasi   masjid Jami H.M Zein Syukur harus berdasarkan master plan (rencana induk), dan kemampuan biaya yang tersedia”. Oleh karena itu, dalam pelaksanaannya selain mengacu pada master plan, perlu dilengkapi  dengan Rencana Anggaran Biaya, dan gambar bangunan yang akan dikerjakan pada  tahap-tahap tertentu, berikut bahan-bahan bangunan yang akan diperlukan.

    Dalam proposal ini disertakan:
    • Susunan panitia pembangunan renovasi masjid Jami H.M Zein Syukur;
    • Gambar denah dan tampak masjid; 
    • Gambar perspektif masjid;
    • Rencana anggaran biaya pembangunan renovasi masjid, dan pemakaian bahan-bahan.

    III. VISI & MISI

    VISI

    “Membangun akhlakul karimah masyarakat muslim Indonesia kearah yang lebih baik dan berkesinambungan yang dapat memperkokoh dan memantapkan ruh keislaman”.

    MISI

    • Menjadikan mesjid sebagai sarana utama pembina iman masyarakat muslim;
    • Menjalin kerjasama (amal jama'i) yang baik dengan semua pihak (hablum minannas) agar terwujud kemakmuran masjid yang diidam-idamkan dan terbina jamaahnya hingga menjelma menjadi masyarakat Islam;
    • Memposisikan masjid sebagai sarana perjuangan dalam perbaikan kualitas masyarakat muslim, terutama dalam perbaikan akhlak, perbaikan ekonomi atau kesejahteraan, meningkatkan ilmu dan pengetahuan, penyamaan presepsi dan pengaturan strategi;
    • Mengembangkan dan meningkatkan tarbiyyah Islamiyah untuk menumbuhkan kepribadian yang islami, dan meningkatkan kemampuan masyarakat muslim dalam mengekspresikan nilai-nilai Islam dalam berbagai aspek kehidupan; 
    • Menumbuh kembangkan ukhuwah Islamiyah masyarakat muslim, kearah terwujudnya kehidupan yang senasib dan sepenanggungan, saling tolong-menolong (ta'awun) dalam kebaikan dan taqwa.

    II. Maksud dan Tujuan


    * Mewujudkan persaudaraan umat Islam dengan menggairahkan kegiatan sedekah/amal jariyah;

    * Mewujudkan kesejahteraan lahir dan bathin umat Islam Indonesia dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

    I. Dasar Pemikiran

    Masjid merupakan asas utama dan penting bagi pembentukan masyarakat Islam. Oleh karena itu, masyarakat muslim tidak akan terbentuk secara kokoh dan kuat kecuali dengan adanya komitmen terhadap sistem, aqidah, dan tatanan Islam. Hal ini tidak akan dapat ditumbuhkan kecuali melalui semangat masjid. Untuk itu, membangun masjid atau renovasi masjid menjadi kebutuhan yang tidak terhindarkan dari masyarakat muslim, selain sebagai sarana beribadah keberadaannya merupakan simbul bagi terwujudnya persatuan dan kesatuan masyarakat dalam ukhuwah Islamiyyah.

    Walaupun pemerintah telah banyak melaksanakan pembangunan sarana-sarana keagamaan, namun yang diperlukan oleh umat Islam Indonesia masih lebih banyak sehingga perlu meningkatkan pengarahan kemampuannya untuk memungkinkan memenuhi kebutuhan yang mendesak. Dalam pembangunan renovasi masjid ini didorong oleh keinginan luhur dan mulia untuk meningkatkan kualitas sumber daya masyarakat muslim segala bidang, sesuai dengan tujuan pembangunan Nasional bahwa pembinanaan dan pembangunan mental spiritual dalam rangka mewujudkan tujuan kemerdekaan, yaitu masyarakat yang adil dan makmur yang merata dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.

    Menyadari kenyataan tersebut diatas, maka perlu diadakan usaha-usaha nyata dalam pembinaan iman secara sungguh-sungguh dan berkesinambungan. Selain itu, juga diperlukan usaha-usaha lainnya untuk meningkatkan kesejahteraan lahir dan bathin umat islam yakni dengan jalan pengerahan dana dan daya umat islam yang berwujud sedekah/amal jariyah secara sukarela, sesuai dan tidak bertentangan dengan ajaran agama islam, serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.